Senin, 31 Oktober 2011

Metode riset 26/10/11

Bab 2

2.1 Teori dasar

            Dalam penelitian kerangka teori digunakan untuk memberi landasan dasar yang berguna untuk membanti penelitinya dalam pemecahan masalah.Kerangka teori dimaksudkan untuk memberi batasan dan gambaran tentang teori yang di gunakan sebagai landasan penelitian yang akan dilakukan dengan demikian penulisan dapat mengunakan teori-teori yang relevan dengan tujuan penelitian.

Pengertian pelayanan
Menurut Kotler
adalah setiap kegiatan atas unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak kepada pihak lain yang secara prinsip intangileble dan tidak menyebabkan pemindahan kepemilikan apapun,produksinya bisa juga tidak terikat pada suatu produk fisik.

Menurut Stanton
Pelayanan adalah suatu yang diidentifikasikan secara terpisah,tidak berwuud dan ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan sehingga dapat diambil pengertian bahwa pelayanan merupakan suatu manfaat yang diberikan oleh satu pihak kepada pihak lain dan biasanya tidak berwujud

Pengertian pelayanan secara umum
            Suatu kesatuan usaha yang dinamis yang terdiri dari berbagai bagian yang berkaitan secara teratur,diikuti dengan unjuk kerja yang ditawarkan oleh satu pihak terhadap pihak lain dengan memberikan manfaat,guna mencapai suatu tujuan

2.2 Pengertian Kepuasan konsumen
            Adalah hasil yang dirasakan oleh pembeli/pengguna yang mengalami kinerja sebuah perusahaan yang sesuai dengan harapannya.

Pengertian Tingkat Kepuasan
            Adalah suatu titik dimana segala kinerja yang dilakukan suatu perusahaan mampu memuaskan keinginan seorang konsumen

2.3 Hipotesis
1.Ha = Adanya keterkaitan tingkat pelayan terhadap tingkat kepuasan konsumen.
2.Ho = Tidak ada keterkaitan tingkat pelayanan terhadap tingkat kepuasan konsumen

Oldy Himawan
3EA12
12209302

Senin, 24 Oktober 2011

Tugas Metode Riset Ke-3

Menguji Tingkat Kepuasan Pelanggan Dengan Pelayanan Yang Diberikan Provider Telepon Selular



BAB 1
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

            Dijaman yang semua serba mudah dan praktis semua orang ingin serba segala sesuatunya serba efisien dan efektif. Begitu pula dengan halnya dari segi pelayanan yang mereka dapat dari setiap provider telepon selular yang mereka gunakan.Banyaknya provider telepon selular dewasa ini bertujuan memberikan banyaknya masukan dan pilihan bagi para calon pelanggan untuk memilih provider mana yang mereka inginkan,baik ditinjau dari segi pelayanan,segi harga dan segi faktor lainnya.Para penyedia layanan selular pun tak hanya memberikan pelayanan berupa teknis namun non teknis dengan berusaha merebut hati para calon pelanggan dengan produk yang mereka tampilkan lengkap dengan segala kekurangan dan kelebihan para provider masing – masing.Persaingan setiap provider pun tak dapat terelakkan.Setiap penyedia layanan punya jurus jitu masing-masing untuk merebut hati lewat pelayanan teknis maupun non teknis.Dengan segala pelayanannya ditengah berbagai kabar buruk tentang operator yang berbuat curang kepada para pelanggannya dan bagaimana cara para penyedia layanan mengatasi kecemasan oleh kabar yang sedang beredar belakangan ini.Oleh karenanya penulis tertarik melakukan sebuah penelitian tentang menguji tingkat kepuasan pelanggan dengan pelayanan yang diberikan provider telepon selular




Rumusan Masalah
            - Mengetahui tingkatan perbandingan yang dihadirkan oleh operator selular dengan hasil yang mereka peroleh


Tujuan Penelitian
-          Mengetahui seberapa besar tingkat kepuasan yang dicapai dan diperoleh oleh setiap individu pelanggan dalam pemuasan tingkat kinerja yang dihadirkan oleh setiap penyedia layanan selular
-          Mengetahui seberapa besar tingkat timbal balik yang dihasilkan penyedia layanan provider dari peningkatan kinerja yang mereka hasilkan




Nama : Oldy Himawan W
Kelas : 3EA12
NPM : 12209302
Mata Kuliah : Metode riset

Kamis, 13 Oktober 2011

Tugas softskill perilaku konsumen

BAB I.PENDAHULUAN



Segmentasi pasar adalah sebuah metode bagaimana memandang pasar secara kreatif. Kita perlu secara kreatif mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang yang muncul di pasar (Hermawan Kertajaya). Segmentasi pasar sangatlah penting di dalam bisnis dan pemasaran. Walaupun kita tidak boleh mengiris-iris pasar terlalu kecil, segmentasi pasar tetaplah suatu hal yang harus dipelajari dalam membangun usaha. Peranan segmentasi dalam marketing :
1.                   Memungkinkan kita untuk lebih fokus masuk ke pasar sesuai keunggulan kompetitif perusahaan kita.
2.                  Mendapatkan input mengenai peta kompetisi dan posisi kita di pasar.
3.                  Merupakan basis bagi kita untuk mempersiapkan strategi marketing kita selanjutnya.
4.                  Faktor kunci mengalahkan pesaing dengan memandang pasar dari sudut unik dan cara yang berbeda.
                                              



























BAB II.PEMBAHASAN



1.Definisi

Segmentasi Pasar

Membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau perilaku yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang terpisah

Swastha & Handoko (1997)
mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.

Pride & Ferrel (1995)
mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.

Pride & Ferrel (1995)
mendefinisikan segmentasi pasar sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.
Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.

Menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254)
Pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307.)




1.1 Penetapan Target Pasar.
Proses mengevaluasi daya tarik tiap-tiap segmen dan memilih satu atau lebih segmen yang akan dimasuki.

1.2 Penempatan posisi

Mengatur produk supaya dapat menempati posisi pada benak konsumen yang jelas, khas, dan diinginkan secara relatif terhadap produk pesaing.

6. Menyusun bauran pemasaran tiap-tiap   segmen.
5. Menyusun penempatan segmen-segmen yang ditargetkan.

Penempatan Posisi di Pasar

4.   Memilih segmen sasaran
3. Mengevaluasi daya tarik masing-masing Segmen.

Penetapan Target Pasar

2.   Menyusun Profil-profil segmen
1.  Mengenali basis yang digunakan  untuk mensegmentasi pasar.

Segmwntasi Pasar

Gambar 4.1. Langkah-langkah dalam segmentasi, penetapan target dan penempatan posisi.





 

2. SEGMENTASI PASAR

 

2.1 Tingkatan Segmentasi Pasar


Pemasaran Massal ( Tanpa Segmentasi )

Pemasaran Segmen

Pemasaran Relung

Pemasaran Mikro ( Segmen Penuh )

Pemasaran Massal, yaitu memproduksi secara massal mendistribusikan secara massal, dan mempromosikan secara massal produk yang hampir sama dengan cara yang hampir sama kepada semua konsumen.

Pemasaran Segmen, Memisahkan segmen-segmen yang membentuk suatu pasar dan mengadaptasi tawarannya supaya sesuai dengan kebutuhan satu atau lebih segmen tersebut.

Pemasaran Relung, Memfokuskan diri pada subsegmen atau relung pasar yang memiliki sejumlah cirri bawaan yang khas yang mungkin mencari kombinasi sejumlah manfaat yang khusus.

Pemasaran Mikro, Praktek perancangan produk dan program pemasaran supaya sesuai benar dengan selera individu dan lokasi yang spesifik yang meliputi pemasaran lokal dan pemasaran individual.
-          Pemasaran Lokal, Perancangan merk dan promosi supaya sesuai benar dengan kebutuhan dan keinginan kelompok-kelompok pelanggan local --- kota, pemukiman, bahkan took yang spesifik.
-          Pemasaran Individual, Perancangan produk dan program pemasaran supaya sesuai benar dengan kebutuhan dan preferrensi pelanggan secara individual. Juga dinamakan pemasaran satu per satu ( one to one marketing ), pemasaran yang disesuaikan dengan ( customized marketing )kebutuhan dan pemasaran pasar yang terdiri dari satu orang  ( market of one marketing ).



2.2 Mensegmentasi Pasar Konsumen


a) Segmentasi Geografik

Segmentasi geografik membagi pasar menjadi beberapa unit
secara geografik seperti negara, regional, propinsi, kota, wilayah
kecamatan, wilayah kelurahan dan kompleks perumahan. Sebuah
perusahaan mungkin memutuskan untuk beroperasi dalam satu
atau beberapa wilayah geografik ini atau beroperasi di semua
wilayah tetapi tidak memperhatikan kebutuhan dan keinginan
psikologis konsumen.
Banyak perusahaan dewasa ini  “merigionalkan“ program
pemasaran produknya, dengan melokalkan produk, iklan, promosi
dan usaha penjualan agar sesuai dengan kebutuhan masingmasing regional, kota, bahkan kompleks perumahan.. 


b) Demografi

Segmentasi pasar demografik membagi pasar menjadi kelompok
berdasarkan pada variabel seperti  jenis  kelamin, umur, status
perkawinan, jumlah keluarga, umur anak, pendapatan, jabatan,
lokasi geografi, mobilitas, kepemilikan rumah, pendidikan, agama,
ras atau kebangsaan.  Faktor-faktor demografik ini merupakan
dasar paling populer untuk membuat segmen kelompok konsumen.
Alasannya utamanya, yakni kebutuhan konsumen, keinginan, dan
mudah diukur. Bahkan, kalau segmen pasar mula-mula ditentukan
menggunakan dasar lain, maka karakteristik demografik pasti
diketahui agar mengetahui besar pasar sasaran dan untuk
menjangkau secara efisien.


               - Umur dan Tahap Daur Hidup
               Perusahaan menggunakan segmentasi umur dan daur hidup,
               yakni menawarkan produk berbeda atau menggunakan
               pendekatan pemasaran yang berbeda untuk kelompok umur
               dan daur hidup berbeda. Misalnya, beberapa perusahaan
               makanan ringan “ciki” membuat produknya untuk konsumsi
               kaum anak-anak dan remaja.
              
               - Jenis Kelamin
               Perusahaan menggunakan segmentasi jenis kelamin untuk
               memasarkan produknya, misalnya pakaian, kosmetik, dan
               majalah. Banyak perusahaan kosmetika, yang mengembangkan
               produk parfum yang hanya ditujukan kepada para wanita atau
               kaum pria

- Pendapatan
               Pemasar produk telah lama menggunakan pendapatan menjadi
               segmentasi pemasaran  produk dan jasanya, seperti mobil,
               kapal, pakaian, kosmetik dan jasa transportasi. Banyak
               perusahaan membidik konsumen kaya dengan barang-barang
               mewah dan jasa yang memberikan kenyamanan dan
               keselamatan ekstra, sebaliknya ada beberapa perusahaan kecil
               yang  membidik konsumen dengan level social-ekonomi
               menengah ke bawah.

               -  Segmentasi Demografik Multivariasi
               Perusahaan banyak yang mensegmentasi pasar dengan
               menggabungkan dua atau lebih variabel demografik. Misalnya,
               suatu pemasaran produk yang segmentasi pasarnya diarahkan
               pada umur dan jenis kelamin.


c) Segmentasi Psikografik
Segmentasi psikografik membagi pembeli menjadi kelompok
berbeda berdasarkan pada karakteristik kelas sosial, gaya hidup
atau kepribadian. Dalam kelompok domografik, orang yang
berbeda dapat mempunyai ciri psikografik yang berbeda.

               - Kelas Sosial
                Kelas sosial ternyata mempunyai pengaruh kuat pada
               pemilihan jenis mobil, pakaian, perabot rumah tangga,
               properti, dan rumah. Pemasar menggunakan variabel kelas
               sosial sebagai segmentasi pasar mereka.

               - Gaya Hidup
               Minat manusia dalam berbagai barang dipengaruhi oleh gaya
               hidupnya, dan barang yang mereka beli mencerminkan gaya
               hidup tersebut. Atas dasar itu, banyak pemasar atau produsen
               yang mensegmentasi pasarnya berdasarkan gaya hidup
               konsumennya. Sebagai misal, banyak produsen pakaian remaja
               yang mengembang-kan desain produknya sesuai dengan selera
               dan gaya hidup remaja.
               -Kepribadian
                Para pemasar juga menggunakan variabel kepribadian untuk
               mensegmentasi pasar, memberikan kepribadian produk mereka
               yang berkaitan dengan kepribadian kopnsumen. Strategi
               segmentasi pasar yang berhasil berdasarkan pada kepribadian
               telah dipergunakan untuk produk seperti kosmetik, rokok, dan
               minuman ringan.


d) Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan
pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka
terhadap suatu produk. Banyak pemasar meyakini bahwa variabel
tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk
segmen pasar.

               - Kesempatan
                  Segmentasi kesempatan membagi pasar menjadi kelompok
               berdasarkan kesempatan ketika pembeli mendapat ide untuk
               membeli atau menggunakan barang yang dibeli. Pembeli dapat
               dikelompokkan menurut kesempatan ketika mereka mendapat
               ide untuk membeli, benar-benar membeli, atau menggunakan
               barang yang dibeli. Segmentasi kesempatan dapat membantu
               perusahaan meningkatkan pemakaian produknya.
               Sebagai misal, Kodak menggunakan segmentasi kesempatan
               untuk merancang dan memasarkan kamera sekali pakai.
               Konsumen  hanya perlu memotrek dan mengembalikan film,
               kamera, dan semuanya, untuk diproses. Dengan
               menggabungkan lensa, kecepatan film, dan peralatan
tambahan yang lain. Kodak mengembangkan kamera versi
               khusus untuk hampir segala macam kesempatan, dari fotografi
               bawah air sampai memotret bayi.

               -Manfaat yang Dicari
               Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah
               mengelompokkan pembeli menurut manfaat yang mereka cari
               dari produk. Segmentasi manfaat membagi pasar menjadi
               kelompok menurut beragam manfaat berbeda yang dicari
               konsumen dari produk. Segmentasi manfaat menuntut
               ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam produk,
               jenis orang yang mencari setiap manfaat, dan merek utama
               yang mempunyai manfaat.
               Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk
               memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan,
               karakteristiknya, serta merek utama yang bersaing. Mereka juga
               dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang
               memberikan manfaat itu.

               -Status Pengguna
               Pasar dapat disegmentasi menjadi kelompok bukan pengguna,
               mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali, dan
               pengguna regular dari suatu produk. Pemimpin pemasaran akan
memfokuskan pada cara menarik pengguna potensial,perusahaan yang lebih kecil akan memfokuskan pada cara menarik
               pengguna saat ini agar meninggalkan pimpinan pemasaran.

               - Tingkat Pemakaian
               Dalam segmentasi tingkat pemakaian, pasar  dapat dikelompokkan
               menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah
               pengguna berat  seringkali  hanya  sebagian kecil dari pasar, tetapi
               menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. 
               Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, yakni
               separuh pengguna ringan,  dan  separuh pengguna berat, menurut
               tingkat pembelian dari produk spesifik. Sebagai  contoh, ditunjukkan
               bahwa  sejumlah 41% rumah tangga yang disurvai membeli bir,
               sebesar  87%  pengguna berat peminum  bir (hampir tujuh kali lipat
               dari pengguna ringan).
              
               - Status Loyalitas
               Sebuah perusahaan dapat disegmentasikan berdasarkan loyalitas
               konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek,  toko dan
               perusahaan. Pembeli dapat dibagi beberapa kelompok menurut
               tingkat loyalitas mereka. Beberapa konsumen benar-benar loyal
               (membeli  selalu membeli  satu jenis produk), kelompok lain agak
               loyal (mereka loyal pada  dua merek atau lebih dari suatu  produk,
               atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli merek
               yang lain).
                     Pemasar harus berhati-hati ketika menggunakan loyalitas merek
               dalam strategi segmentasinya. Pola pembelian yang loyal pada
               merek  ternyata mencerminkan sebagai  kebiasaan, sikap acuh tak
               acuh, harga yang rendah atau daftar yang telah tersedia.

2.3 Persyaratan supaya Segmentasi Efektif.

-          Terukur
-          Dapat dijangkau
-          Substansial
-          Dapat dibedakan
-          Dapat dilakukan tindakan tertentu.






3. Penetapan Target Pasar ( Pasar Sasaran )

3.1 Pasar Sasaran

Sepwerangkat pembeli yang memiliki kebutuhan dan karakteristik yang sama, yang diputuskan untuk dilayani oleh perusahaan.

1. Mengevaluasi Segmen Pasar
-          Ukuran dan pertumbuhan segmen.
-          Daya tarik structural segmen.
-          Tujuan dan sumber daya perusahaan..  
-            
2. Memilih Segmen Pasar.
-          Pemasaran tanpa diferensiasi ( Pemasaran massal ).
                     Strategi peliputan pasar dimana perusahaan mungkin memutuskan untuk mengabaikan perbedaan-perbedaan yang ada pada tiap-tiap segmen pasar, dan masuk ke pasar secara keseluruhan dengan satu tawaran.
-          Pemasaran yang terdiferensiasi.
                     Strategi peliputan pasar dimana sebuah perusahaan memutuskan untuk menetapkan beberapa segmen pasar atau relung pasar dan mendesain tawaran yang terpisah bagi masing-masing segmen.
-          Pemasaran terkonsentrasi.
                     Strategi peliputan pasar dimana sebuah perusahaan memilih untuk meraih pangsa pasar yang besar pada satu atau beberapa subpasar.

3. Memilih strategi Peliput Pasar.
-          Sumber daya yang dimiliki perusahaan.
-          Tahapan produk dalam daur hidup.
-          Homogenitas Pasar.
-          Strategi pemasaran yang dilakukan pesaing.



4. Penempatan ( Posisioning) Guna Mendapatkan Keunggulan Bersaing

Posisi Produk
Merupakan cara produk didefinisikan oleh konsumen berdasarkan beberapa atribut penting  ( tempat yang diduduki produk dalam benak konsumen dibandingkan hubungan dengan produk-produk pesaing.

Keunggulan Bersaing
Keunggulan terhadap pesaing yang diperoleh karena menawarkan kepada konsumen nilai yang lebih besar, baik melalui harga yang lebih murah atau dengan memberikan sejumlah manfaat yang lebih banyak yang dapat dijadikan alasan untuk menetapkan harga yang lebih tinggi.

Memilih Strategi Penempatan Produk ( Posisioning )
-          Mengidentifikasikan keunggulan bersaing yang mungkin.
-          Memilih Keunggulan pasaing yang tepat.
-          Mengkomunikasikan dan menyampaikan Posisi yang telah dipilih.




BAB III. PENUTUP

Manfaat dan Kelemahan Segmentasi

Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai 
motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).

Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.

Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:
1. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
2. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
3. Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
4. Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.

Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:

1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.



Daftar Pustaka



http://bisnisukm.com/apa-itu-segmentasi-pasar.html






Nama:Oldy Himawan W
Kelas:3ea12
NPM:12209302

Sabtu, 08 Oktober 2011

TUGAS METODE RISET KE-2


Analisis Jurnal 1


1) Pengarang,Judul,Tahun :
Iswara A.W,Harya and Evania, Vina and Wicaksana, I Wayan, Pemilihan Lokasi Usaha Dengan Pendekatan Metode Tree Decision, 2007


2) Tema :
Memulai Suatu Usaha Baru Ditinjau Dari Segala Aspek-aspek Yang Mendukung


3) Latar Belakang Masalah :
Terkadang masalah keberlangsungan hidup suatu usaha tak hanya dipermasalahkan kepada seberapa cakap suatu pengelolaan usaha tersebut,namun juga ditilik dari posisi atau lokasi yang ditempati oleh usaha tersebut.Dengan pemilihan lokasi yang tepat tak hanya dapat menambah jumlah pendapatan dari suatu usaha namun dapat mengurangi jumlah pengeluran yang dapat ditekan sekecil mungkin seperti ongkos pengiriman barang,kedekatan lokasi usaha dengan tempat tinggal karyawan dll.Dan hal ini tak dapat dikesampingkan melihat dampak yang cukup besar dalam pengaruhnya terhadap usaha yang dijalani.Dalam hal ini pemilihan usaha dapat dilakukan dengan pendekatan metode tree decision.

- Fenomena:
Tree decision adalah salah satu cara yang dapat digunakan dalam pengujian suatu penelusuran atas faktor utama yang menunjang dari suatu kegiatan.Dari penglihatan secara garis besar ada 9 faktor yang mempengrauhi pemilihan lokasi usaha.
Kesembilan faktor tersebut adalah:
1.Space Characteristic (Kakteristik Ruang usaha)
2.Situ Characteristic (Karakteristik Lokasi)
3.Labour (Tenaga Kerja)
4.Busines Links (Kemungkinan Bisnis)
5.Transportation Access (Akses Transportasi)
6.High and Low Priority Factor in Location Decision-Making and Satisfaction with          
   Present Location
7.Relocation Information (Informasi Relokasi)
8.Future Plans (Rencana Jangka Panjang)
9.Access, Parking, Road/Rail/Transportation Imporvement Requirments (Perubahan Akses Jalan dan Areal Parkir)

-Penelitian Sebelumnya :
Peningkatan kinerja dengan meneliti setiap hubungan yang dapat dan akan terjadi dari setiap tindakan yang diambil dari setiap faktor-faktor yang mendukung

- Motivasi Penelitian :
Memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya dan mengurangin jumlah biaya yang bisa ditekan sekecil-kecilnya dari pemilihan lokasi usaha yang tepat


4) Masalah:
Untuk mengetahui seberapa besar dampak dari pemilihan lokasi terhadap kemajuan suatu usaha dalam jangka panjang.



5) Tujuan Penelitian:
Agar dapat meneliti pertimbangan antara jenis usaha dan pemilihan lokasi yang tepat bagi usaha yang akan digeluti untuk menghindari kesalahan bahkan kerugian yang dapat timbul sewaktu-waktu dalam menjalankan usaha tersebut.


6) Metodologi Penelitian :

- Data Primer









- Data Sekunder




7) Hipotesis

            Jadi tak hanya faktor-faktor utama yang menjadi faktor khusus dalam pemilihan lokasi suatu usaha,ada berbagai macam faktor pendukung yang hendaknya diperhatikan keterkaitannya dengan faktor utama seperti prasarana dan sarana,serta faktor  eksternal.

8) Hasil dan Analisis
            Meningkatkan jumlah penjualan suatu barang dan pengurangan biaya-biaya yang dapat dikurangi untuk penghematan biaya produksi suatu usaha.

9) Rekomendasi dan Implikasi
            Selain menyiapkan faktor utama dalam menentukan suatu usaha,diperlukan juga suatu kejelian dalam melihat titik lokasi sebuah usaha yang dalam kedepannya akan berkembang.


Sumber Jurnal:






Analisis Jurnal 2


1) Pengarang, Judul, Tahun
Oswari,Teddy and Wahyuni Bastias,Sri , Anjak Piutang Sebagai Alternatif Permodalan Usaha Kecil Menengah Dengan Penetapan Dua Metode Biaya Bunga, 2007


2) Tema :
Memulai Suatu Usaha Baru Ditinjau Dari Segala Aspek-aspek Yang Mendukung

3) Latar Belakang Masalah :
Permodalan mungkin adalah satu dari sekian banyak factor yang mendukung bahkan terbilang penting dalam memulai suatu usaha,maka pemilihan cara mendapatkan modal dan pengembalian modal yang dipinjam sangatlah penting mengingat agar tidak mengaganggu kelangsungan dari pendapatan yang diperoleh usaha tersebut.Dari jenis pendanaan yang banyak dikemukakan,maka dipilihlah satu jenis pendanaan yang mungkin tak asing bagi sebagian wirausahawan yakni anjak piutang.Dan dengan penetapan dua metode biaya bunga diharapkan pendanaan modal bagi usaha baru kecil menengah/UKM dapat berjalan lancar sehingga mampu menaikan jumlah ukm-ukm diindonesia dan memajukan perekonomian serta tingkat kesejahteraan bagi mereka.

- Fenomena:
Mengingat bahwa 30% masalah umum yang dihadapi UKM di indonesia adalah sulitnya memperoleh permodalan,dan atas meningkatnya geliat perekonomian diindonesia dewasa ini maka dijelaskan cara mendapatkan alternatif dana permodalan dalam bentuk anjak piutang.

- Penelitian Sebelumnya :
Dalam beberapa tahun belakangan ini terjadi kenaikan tingkat ukm diindonesia namun tingkat kenaikan itu terkadang tidak dibarengi dengan jumlah modal yang mereka miliki.


- Motivasi Penelitian :
Memberitahukan tata cara,resiko,dan metode yang akan dijelaskan secara terperinci untuk menambah pengetahuan peminjam kredit agar mengerti kemampuan mereka kelak memilih jenis usaha dan seberapa besar mereka akan mampu mengembalikan modal yang dipinjam

4) Masalah :
Membandingkan dua metode biaya bunga yang digunakan dalam anjak piutang.

5) Tujuan Penelitian :
Memberitahu bagaimana kemudahan dan manfaat yang diberikan anjak piutang bagi permodalan UKM sehingga mampu menjadi alternatif pengadaan sumber modal kerja dan managemen kredit.

6) Metodologi Penelitian

- Data Primer
Data yang digunakan dalam penulisan ini diambil dari PT. IFI yaitu berupa folmulir permohonan fasilitas yang didalamnya berisi persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi UKM untuk menjadi client dair PT. IFI ini.Data lainnya berupa mekanisme transaksi anjak piutang antara client (penjual),customer (pembeli/debitur) dan PT.IFI sebagai perusahaan factoring.Juga data piutang usaha pada CV. Handizah periode 2004,2005,2006 sebagai variabel penetapan perhitungan biaya bunga dengan dua metode biaya bunga

- Data Sekunder

7) Hipotesis
Manfaat mekanisme anjak piutang dapat memanfaatkan piutang usaha untuk memperoleh fasilitas pembiayaan dari anjak piutang,dimana dana yang diperoleh dapat berguna untuk mengatasi “cashflow mismatch” karena membesarnya kebutuhan modal kerja

8) Hasil dan Analisis
            .Persyaratan yang pengajuan anjak piutang pada PT.IFI yaitu calon client harus mengisi folmulir permohonan fasilitas yang terdiri dari bagian identitas pemohon client,menyetujui dan memenuhi bagian pernyataan pemohon serta melampirkan persyaratan lampiran sebagai bukti penunjang




9) Rekomendasi dan Implikasi
            Sebagai calon client hendaklah membaca semua persyaratan dengan baik dan jelas,serta bertanggung jawab atas apa yang telah disepakati oleh kedua belah pihak

Sumber Jurnal:


Analisis Jurnal 3


1) Pengarang, Judul, Tahun
Budiman, Kewirausahaan Bagi Kelompok UPPKS-PROKESRA, 2002


2) Tema :
Memulai Suatu Usaha Baru Ditinjau Dari Segala Aspek-aspek Yang Mendukung


3) Latar Belakang Masalah :
Dengan mengetahui apa arti kewirausahaan itu sendiri diharapkan mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan yang tinggi.Sikap yang dimaksud adalah Meet,Learn dan Multiply.Dengan mempelajari sikap dasar dari wirausahaan tersebut maka dapatlah dikembangkan melalui berbagai wadah-wadah sosial yang tersedia didalam masyarakat.Contoh yang diambil disini adalah Kelompok UPPKS-Prokesra.

- Fenomena:
Kelompok UPPKS-Prokesra adalah kelompok dengan anggota ibu-ibu peserta keluarga berencana,dengan membina mereka diharapkan dapat menjadi stimulan dalam menjalankan usaha.Didalam UPPKS-Prokesra sendiri ada program dana bagi usaha anggota kelompok dimulai dari Rp. 20.000,- hingga Rp. 320.000,- perorang anggota kelompok.

- Penelitian Sebelumnya :
Peningkatan kesejahteraan yang diharapkan bagi setiap anggota kelompok UPPKS-Prokesra

- Motivasi Penelitian :
Sebagai penguatan stimulan pemahaman dasar tentang apa itu wirausahaan dan bagaimana dunia didalamnya,sehingga para anggota UPPKS-Prokesra mengerti bagaimana dan apa yang akan mereka lakukan nantinya didunia usaha nantinya.

4) Masalah :
Penguatan pola pikir mereka tentang wirausahaan itu sendiri dan bagaimana cara mengatasi masalah yang mungkin timbul nantinya serta penguatan pemahaman dasar setiap anggota kelompok terhadap apa yang mereka jalani didalam dunia usaha


5) Tujuan Penelitian :
Peningkatan kesejahteraan dalam program-program yang dijalankan oleh UPPKS-Prokesra bagi para anggota kelompok yang berada dibawah binaan mereka.Tak disangkal dengan meningkatnya pola pikir mereka maka terjadilah peningkatan kesejahteraan mereka sehingga meningkatkan perekonomian diindonesia secara langsung.

6) Metodologi Penelitian

- Data Primer
Pola arus kas Aset                                                          












Pola arus kas Liabilitas

















- Data Sekunder

    1.Pola arus kas Miskin
   2.Pola arus kas Menengah

  3.Pola arus kas Kaya

7) Hipotesis
            Adanya pengaruh besar pola pemasukan dan pengeluaran terhadap pola arus kas bagi orang miskin,menengah dan kaya

8) Hasil dan Analisis
            Dengan mengetahui sistem dasar pemasukan dan pengeluaran,setiap dana yang masuk dan keluar dapat dikelompokan menjadi beberapa pola arus kas miskin,menengah dan kaya.Dapat pula disaksikan bahwa pembeda antara miskin,menengah dan kaya adalah dari pemasukan,sistem keluaran,jumlah aset dan liabilitasnya.

9) Rekomendasi dan Implikasi
            Dengan mengetahui rumusan dasar dari finansial,diharapkan steiap anggota mampu mengembangkan dirinya masing-masing dalam kegiatan ekonomi di masa mendatang.

Sumber Jurnal :



Nama  :  Oldy Himawan W
Kelas  :  3EA12
NPM  :  12209302